BREAKING NEWS

Selasa, 21 Januari 2025

AZ Panjaitan Mendesak APH Memanggil dan Memeriksa Pembangunan Gedung UPTD Bapenda Aek Kanopan Kab.Labura Dugaan KKN


Medan,-

Gerakan Mahasiswa Pemerhati Korupsi Sumatera Utara ( GMPK Sumut ) menghubungi awak media melalui WhatsApp dengan nomor handphone +62-822-8017-** menyebutkan bahwa adanya dugaan korupsi pada pengerjaan  pembangunan gedung kantor UPTD Bapenda Aek Kanopan Kab. Labuhanbatu Utara dengan pagu senilai Rp 12 Miliar menuai kecaman dan sorotan.senin(21/1).


Pasalnya, proyek pembangunan konstruksi yang terkesan pemborosan anggaran serta terindikasi bancakan  proyek oknum ASN di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara berinisial SN yang disebut-sebut, mengakui dirinya sebagai salah seorang kepala daerah di Sumatera Utara. 


Hal tersebut tegas disampaikan oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Pemerhati Korupsi Sumatera Utara ( GMPK Sumut ) usai melayang Surat laporan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut)  agar dilakukan audit investigasi oleh aparat penegak hukum  untuk menunjukkan kepada rakyat terhadap penggunaan uang negara yang tepat sasaran.


"Saat awal pembangunan,kami mendapat informasi bahwa ada pembangunan kantor di lokasi permukiman kami. Katanya kantor pajak, kami telusuri proses tendernya di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), terlihat jelas sebuah perusahaan beralamat di Medan yang statusnya perusahaan yang disewa-sewakan dan pernah terindikasi kasus hukum,"ujar AZ Panjaitan. 


Berawal dari LPSE tersebut, lanjut AZ Panjaitan memaparkan kami mendalami proses perjalanan tender hingga pengerjaan proyek tersebut, bahwa saat melakukan penawaran proyek terlihat hanya 2 (dua) perusahan yang melakukan penawaran yaitu CV Sanjaya dan CV Citra Amanda sebagai pemenang tender.


Akan tetapi, CV. Amanda Citra Yang Beralamat di Jl. SM. Raja Km. 11 Komplek Riviera Bloc. CL No. 148 Medan diberi tanda bintang sebagai pemenang oleh pihak Pokja Biro pengadaan barang dan jasa.


"Yang menjadi persoalan, perusahaan yang dikalahkan pihak Pokja menawar lebih rendah yaitu CV Sanjaya diduga sebagai perusahaan pendamping pemenang tender yang status perusahaannya juga kerap disewa-sewakan diduga para mafia proyek di Pemerintah Provinsi Sumut. "Jelasnya.


"Kenapa dugaan kami bahwa kedua perusahaan itu disewa bersamaan kontraktor penyedia yang terindikasi sebagai " Pengantin"  proyek?, dijelaskan AZ Panjaitan Ketua GMPK Sumut  kembali menerangkan, bahwa CV Sanjaya terkesan tidak melakukan sanggahan serta seakan diam dikalahkan, meskipun perusahaan sebagai penawar terendah.


Dilanjutkan, AZ Panjaitan mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek tersebut diketahui sudah dilakukan pembayaran 100 persen, meskipun belum diselesaikan serta belum melakukan berita acara serah terima (BAST), dikarenakan diduga munculnya tawaran pihak rekanan yang berjanji memberikan Fee Proyek yang lebih besar.


"Menguat kenapa CV Sanjaya juga merupakan perusahaan pendamping yang digunakan rekanan melakukan penawaran terendah tidak dimenangkan,karena Oknum ASN berinisial  SN melalui PPK bernama Faisal Amanda Nasution menyampaikan, jika CV Sanjaya yang dimenangkan, fee terlalu sedikit sehingga tidak cukup untuk setoran."tegasnya.


Oleh karena itu, kata AZ Panjaitan sebelum mengakhiri,”Sebagai komitmen mereka sebagai bagian pilar kebangsaan dan kontrol sosial, mengawal persoalan ini, melalui  aksi unjuk rasa di Kejaksaan tinggi Sumut dan Markas Polda Sumut, agar menjadi atensi untuk di usut tuntas. "

Meskipun, "kata AZ Panjaitan lagi, bahwa Koordinasi, supervisi dan pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  sudah melakukan pendampingan.


"kami mendukung KPK-RI, agar terus melakukan penelusuran diduga fee proyek serta adanya konspirasi antara Bapenda dengan Pemkab Labuhanbatu Raya dalam hal penetapan perusahaan pemenang proyek yang disebut-sebut anak main Bupati berinisial HS, meskipun nantinya Polda Sumut dan Kejati Sumut juga melakukan investigasi yang sama" Pungkasnya.(tim)

Reklamasi dan Penanaman Kembali Lahan Eks PETI di Kotanopan Madina


Mandailing Natal,- 

Reklamasi lahan berupa kegiatan penanaman jagung serentak diseluruh Indonesia dilaksanakan pada bekas lokasi penambangan emas di Jambur Tarutung kecamatan Kotanopan kabupaten Mandailing  Natal pada Selasa,(21/1/2025)


Hadir dalam acara kegiatan ini unsur muspika Kotanopan.Kapolsek,mewakili kacabjari,BPP Dinas Pertanian,Kalapas,mewakili camat,koramil dan Ka KUA,tokoh masyarakat, anggota kelompok Tani Saroha serta pihak swasta selaku donatur pelaksana kegiatan.


Arya Benni Daulay kepala BPP  (Balai Penyuluh Pertanian) Kotanopan dalam arahannya mengatakan "Dalam rangka menuju ketahanan pangan nasional,kelompok Tani Saroha telah menargetkan 5 hektar lahan di wilayah Saba Arambir kelurahan Jambur Tarutung kecamatan Kotanopan.


Dalam upaya pelaksanaan reklamasi ini banyak tantangan yang dihadapi oleh anggota kelompok tani.Apalagi lokasi reklamasi ini tidak datar lagi,banyak bekas galian dan gundukan pasir batu.Di Butuhkan uluran tangan dari pihak swasta,karena untuk membuat lokasi ini kembali datar dan bisa ditanami,diperlukan alat berat.Tentu ini memerlukan biaya yang cukup besar,"paparnya.


Kapolsek Kotanopan AKP Parlaungan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada pihak swasta Mara Ginda yang telah mau memberikan bantuan untuk terlaksananya reklamasi lahan ini.


Lanjut AKP Parlaungan "Kegiatan ini merupakan dukungan kita kepada program presiden Prabowo Subianto dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional.Indonesia menargetkan penanaman satu juta Hektar tanaman jagung.Ini merupakan kerjasama antara Polri,Kementan,GAPKI,Perhutani,Inhutani,Swasta dan swadaya petani.Sesuai pernyataan presiden,negara yang kuat adalah negara yang aman dan mempunyai ketahanan pangan yang kuat.Kami dari pihak kepolisian sangat mendukung kegiatan ini.


Sampai saat ini polsek Kotanopan sudah mempunyai sekitar 8 Hektar lahan dalam mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan nasional.Kami siap mendukung 

pihak swasta dalam komitmen untuk mengembalikan lokasi ini agar dapat berfungsi kembali seperti semula.


Untuk menjaga ketahanan pangan nasional,kita siap mendukung dan memberikan solusi apabila ada masalah atau kendala dilapangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan ini.Apalagi di tahun ini,Indonesia tidak akan melakukan impor jagung dari luar negeri,maka kita harus siap mendukung,"ujarnya.


Setelah acara doa yang dipimpin perwakilan KUA Kotanopan,acara ditutup dengan penyerahan pupuk organik dan bibit jagung kepada kelompok tani.Kemudian penanaman jagung secara serentak dilaksanakan oleh anggota kelompok tani dan kapolsek beserta perwakilan muspika Kotanopan.


(INDRA KUSUMA)




Senin, 20 Januari 2025

Kapolres Langkat Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Langkat Gelar Perdana Makan Bergizi Gratis


Langkat-

Dalam rangka mendukung pemenuhan gizi anak anak usia pelajar di Kabupaten Langkat, Polres Langkat bersama Bhayangkari Cabang Langkat menggelar kegiatan Perdana Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Sekolah SLB(Sekolah Luar Biasa) Negeri Stabat yang ada di wilayah Kabupaten Langkat, pada Senin (20/01/2025) Pukul 10.00 Wib.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, SH, SIK, MSi., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Langkat Ny Ayu David, turun langsung melaksanakan kegiatan serta ikut membagikan porsi makanan bergizi kepada siswa SLB Negeri Stabat. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh puluhan anak-anak pelajar SLB Negeri Stabat.


Kapolres Langkat menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap pemenuhan kesehatan dan gizi anak-anak, khususnya dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.


“ Anak-anak adalah masa depan Bangsa. Dengan mencukupi kebutuhan gizinya, kita berkontribusi dalam menciptakan generasi bangsa yang kuat, sehat dan cerdas ” Ujar AKBP David Triyo Prasojo.


Ditambahkannya, dengan digelarnya Perdana makan bergizi gratis ini, Polres Langkat mendorong pemenuhan standar gizi bagi anak anak pelajar, selain itu, kegiatan ini adalah bentuk dukungan Polres Langkat dalam mensukseskan program Bapak Presiden Prabowo Subianto yaitu Program Makan Bergizi Nasional.


Harapannya dengan adanya program ini dapat memberikan asupan gizi yang baik bagi anak anak, dan kita turut andil dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas ” jelas Kapolres.


Senada dengan Kapolres Ketua Bhayangkari Cabang Langkat Ny Ayu David dalam kesempatannya menyampaikan bahwa  makan bergizi gratis ini digelar pada tanggal 20 Januari 2025. Dirinya juga menyampaikan untuk menu makanan di sesuaikan dengan kebutuhan gizi anak yang terdiri dari nasi putih, sayuran, lauk protein, buah buahan serta ditambah dengan susu segar yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak anak.


“ penyiapan masakan maupun penyajiannya dilakukan secara mandiri oleh Ibu-ibu anggota Bhayangkari ” Pungkas Ny Ayu David.


Para peserta yaitu anak-anak tampak senang menikmati makanan yang telah disiapkan. Kegiatan ini juga diwarnai dengan suasana kekeluargaan dan interaksi yang hangat antara Kapolres Langkat, Ketua Bhayangkari Langkat bersama anak anak pelajar SLB Negeri Stabat.


Salah satu orang tua siswa, Ibu Dewi menyampaikan pendapatnya terkait  makan bergizi gratis yang dilaksanakan di SLB Negeri Stabat tempat anak nya bersekolah. Dirinya mengapresiasi atas program Polres Langkat bersama Bhayangkari Cabang Langkat yang menggelar Perdana Makan bergizi Gratis.


“ Alhamdulillah anak saya sangat suka dan lahap menyantap menu makanan yang disediakan oleh Ibu-ibu Bhayangkari, dimana menu yang disajikan menurut saya sudah sangat komplit dan sehat ditambah lagi dengan pengadaan susu segar yang pastinya disukai oleh anak anak. Tentunya kami sebagai orang tua sangat mendukung dan mengapresiasi kepada Pemerintah dan Kepolisian atas kegiatan ini dengan harapan melalui makan bergizi ini, tumbuh kembang anak anak akan semakin optimal ” Ujarnya.


Sumber: Humas Polres Langkat

Minggu, 19 Januari 2025

Pj.Bupati Langkat Resmikan Sentra Kuliner Stabat: Dorong UMKM dan Inklusivitas


Stabat, Langkat - 

Penjabat Bupati Langkat, H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, resmikan Sentra Kuliner Stabat yang berlokasi di depan Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, pada Kamis (16/1/2025). Sentra kuliner ini diharapkan menjadi pusat perekonomian baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Faisal Hasrimy menegaskan pentingnya kehadiran fasilitas ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung perekonomian inklusif. Sentra kuliner ini terdiri atas 16 kios dengan desain bernuansa merah putih. Dari jumlah tersebut, dua kios khusus disediakan bagi penyandang disabilitas.

“Saya berharap sentra kuliner ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga wadah bagi masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus, untuk berkontribusi dan berkembang,” ujar Faisal Hasrimy.

Nuansa merah putih yang mendominasi desain kios mencerminkan semangat nasionalisme yang sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto. Sentra kuliner ini juga menjadi simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Langkat dalam mendukung program pemerintah pusat, terutama terkait penguatan UMKM.

Beragam kuliner khas Langkat ditawarkan oleh para pedagang, mulai dari aneka kue tradisional hingga masakan khas Melayu. Lokasinya yang strategis, tepat di depan alun-alun, diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun dari luar daerah.

Peresmian ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kadis Perindag Ihksan Aprija, S.STP, M.Si, Kadis Koperasi H. Syahrizal, S.Sos, M.Si, serta tokoh masyarakat dan warga setempat yang antusias menyambut fasilitas baru tersebut.

Sentra Kuliner Stabat diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian Langkat yang inovatif dan inklusif, memperkuat peran UMKM dalam membangun kesejahteraan masyarakat serta membuka peluang bagi semua lapisan, termasuk penyandang disabilitas, untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.(ikp/kominfolangkat).


Pj.Bupati Langkat Resmi Lepas Karnaval Budaya 14 Etnik Meriahkan HUT ke-275 Langkat


Stabat, Langkat - 

Penjabat Bupati Langkat, H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, melalui Asisten Administrasi Umum, Musti, SE, M.Si, secara resmi melepas peserta Karnaval Budaya 14 etnik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-275 Kabupaten Langkat. Acara yang berlangsung di Jalan Proklamasi, tepatnya di depan Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, pada Kamis (16/1/2025), berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Karnaval budaya ini diikuti oleh perwakilan dari 23 kecamatan di Kabupaten Langkat, masing-masing menampilkan keunikan budaya daerahnya. Peserta memamerkan ragam pakaian adat, tarian tradisional, serta seni kreasi khas dari 14 etnik yang ada di Langkat, mencerminkan kekayaan budaya yang dimiliki daerah ini.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Musti, SE, M.Si, PJ Bupati Langkat menyampaikan apresiasinya atas semangat masyarakat dalam melestarikan budaya lokal melalui kegiatan ini. “Karnaval Budaya 14 etnik ini bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum untuk mempererat persatuan dan memperkuat identitas budaya Langkat. Kekayaan budaya ini adalah aset besar yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujar Musti.

Antusiasme masyarakat tampak luar biasa, dengan ribuan warga yang memadati lokasi acara. Penampilan para peserta karnaval, yang mengenakan kostum warna-warni dan mengarak kendaraan hias, memukau penonton dan menambah semarak suasana perayaan.

Kegiatan karnaval budaya ini akan ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada peserta terbaik di panggung Alun-alun Tengku Amir Hamzah. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan keunikan yang ditampilkan selama karnaval.

Perayaan HUT ke-275 Kabupaten Langkat tahun ini diharapkan menjadi momen yang memperkuat semangat kebersamaan dan cinta budaya, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya daerah.(ikp/kominfolangkat).


Pj.Bupati Langkat Buka Pameran Pembangunan dan Bazar UMKM: Dorong Kolaborasi dan Pengendalian Inflasi


Stabat, Langkat - 

Penjabat Bupati Langkat, H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, secara resmi membuka Pameran Pembangunan dan Bazar UMKM dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-275 Kabupaten Langkat. Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Rabu (15/1/2025), ini mengusung tema "Berkolaborasi Dalam Rangka Membangun Kabupaten Langkat."

Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Langkat, Ny. Uke Retno Wahyuni Faisal Hasrimy, Faisal Hasrimy menegaskan pentingnya momentum HUT untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha.

"Hari ini menjadi kesempatan emas bagi kita semua untuk meningkatkan kolaborasi, khususnya melalui pemberdayaan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Harapan kami, kegiatan ini dapat menggerakkan perekonomian dan mengendalikan inflasi di Kabupaten Langkat," ujar Faisal.

Ia juga menargetkan selama tiga hari pelaksanaan pameran, yakni 15-17 Januari 2025, perputaran ekonomi dapat mencapai Rp5-6 miliar, dengan kontribusi UMKM sebesar Rp2 miliar per hari.

Pameran ini menampilkan berbagai inovasi pembangunan daerah serta produk unggulan UMKM Langkat, termasuk kerajinan, kuliner, dan inovasi lokal lainnya. Masyarakat tampak antusias mengunjungi stan-stan yang menawarkan berbagai hasil kreativitas.

Pada kesempatan tersebut, Pj. Bupati Langkat meninjau sejumlah stan Forkopimda, termasuk Polres Langkat, Kodim 0203/LKT, Yonif 8 Marinir, Kejaksaan Negeri Langkat, dan BNN Langkat. Beliau kagum dan mengapresiasi kekompakan serta kolaborasi Forkopimda dalam turut memeriahkan HUT ke-275 Kabupaten Langkat ini.

Selain pameran, acara ini turut diramaikan dengan hiburan, lomba kesenian tradisional, dan edukasi seputar program pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Faisal juga mengingatkan pentingnya mengenang sejarah dengan melaksanakan ziarah ke makam tokoh penting pendiri Kabupaten Langkat sebagai rangkaian awal perayaan HUT.

Hadir dalam acara ini unsur Forkopimda Plus Kabupaten Langkat, Sekdakab Langkat, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, Ketua Bhayangkari Cabang Langkat Ny. Ayu David Triyo Prasojo, Kakan Kemenag Langkat, Ketua MUI Langkat, tokoh agama, alim ulama, tokoh masyarakat etnis, serta pimpinan perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta.

Pameran Pembangunan dan Bazar UMKM ini diharapkan menjadi wadah yang strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan dan menggerakkan roda ekonomi Kabupaten Langkat.(ikp/kominfolangkat).


Sabtu, 18 Januari 2025

Mahasiswa PKL AGROEKOTEKNOLOGI Universitas MALIKUSSALEH Lakukan Kunjungan Pembelajaran ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Hapesong


Tapanuli Selatan.Sabtu.18/01/2025.

Lima mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Hapesong, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, mulai 6 Januari hingga 6 Februari 2025."


Adapun lima mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh yang mengikuti pkl di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Hapesong adalah Rahman Abdul Aziz Lubis, Fadilah Ramadhan, Fikry Anggara, Parlin Muda Saputra Harahap dan Devi Nur Rahma yang kelimanya merupakan  konsentrasi agronomi. Mereka mendapat bimbingan akademik dari Muhammad Yusuf N,S.P.,M.P dan Muhammad Rafli ,S.P.,M.P.


Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh yang mengikuti pkl di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun menghubungi awak media melalui WhatsApp yaitu Fadilah Ramadhan menyebutkan bahwa, “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan secara praktis mengenai proses pengolahan kelapa sawit, mulai dari tahap penerimaan buah, pengolahan, hingga pengendalian mutu produk CPO yang merupakan bahan dasar untuk produk minyak dan oleokimia,"Pungkasnya


Diteruskan, “bahwa selama ini kita hanya mengetahui proses pemanenan kelapa sawit tanpa mengetahui proses pasca panennya, kami berharap setelah kunjungan ke PKS PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Hapesong ini menambah pengetahuan dan wawasan baru tentang pengolahan buah kelapa sawit menjadi CPO,” Ungkapnya


Dilanjutkan, oleh Rahman Abdul Aziz Lubis selaku ketua kelompok PKL menyampaikan, "bahwa kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang tak ternilai bagi mahasiswa PKL, melalui kunjungan lapangan ini, mahasiswa dapat melihat langsung aplikasi teknologi pengolahan kelapa sawit sekaligus memahami tantangan dan peluang yang ada di sektor industri komoditas perkebunan."Ujarnya


Kegiatan ini juga dapat diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap proses industri yang terkait dengan bidang studi mereka serta memotivasi mereka untuk terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi pertanian dan industri di Indonesia.


Kunjungan ini menjadi bukti sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mencetak sumber daya manusia yang sangat berkompeten dan siap menghadapi tantangan globalisasi.


Manaek Simatupang, S.P., Asisten Kepala PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Kebun Hapesong, menyambut kedatangan mahasiswa dengan hangat,  dalam sambutannya, beliau berpesan agar mahasiswa memanfaatkan waktu dan kesempatan pada kegiatan PKL oleh mahasiswa, sedetail-detailnya untuk belajar dan menampung ilmu sebanyak-banyaknya, khusus mahasiswa PKL juga harus menjaga sikap, selalu beribadah, dan mematuhi aturan perusahaan.


Dalam pelaksanaan praktik kerja lapangan, mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh berkesempatan untuk melaksanakan kunjungan pkl ke Pabrik Kelapa Sawit Hapesong yang berlokasi di Jl Balige, hapesong lama, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Pabrik Kelapa Sawit Hapesong dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara (PTPN), merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka di Indonesia.


Kegiatan ini berlangsung dalam rangka memperdalam pemahaman terkait manajemen pengolahan TBS kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq) menjadi CPO (Crude Palm Oil), pengolahan limbah tandan kosong serta pembuatan biogas di PTPN IV Regional I PKS Hapesong.


Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mendapatkan penjelasan langsung dari pihak manajemen pabrik mengenai teknologi yang digunakan, proses produksi, hingga penerapan teknologi digital yang digunakan untuk pengelolaan data dan informasi. Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk menyaksikan langsung operasional mesin dan sistem pengolahan modern yang digunakan di PKS ini.


Selama Kunjungan dilaksanakan, mahasiswa juga senantiasa diingatkan betapa pentingnya APD (Alat Pelindung Diri) Ketika bekerja di PKS.


Rano Suhaimin, Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja Umum PKS PT. Perkebunan Nusantara IV Regional I Hapesong, menjelaskan bahwa APD merupakan komponen penting dalam pelaksanaan segala jenis kegiatan di PKS. “Di dalam PKS terdapat banyak sekali alat – alat berat dan area – area yang sangat riskan, sehingga APD sangat diperlukan untuk meminimalisir kecelakaan kerja,” tegasnya.(tim)

Pria Beristri Pencabul 2 Remaja Putri Diserahkan Masyarakat ke Polisi


TAPANULI SELATAN,-

Warga dan masyarakat Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, serahkan seorang pria terduga pelaku pelecehan seksual terhadap dua remaja perempuan yang sudah tidak punya ayah (anak yatim) ke Polisi,Kamis (16/1/2025) malam.


DR, pria beristri dan beranak lima, sudah diamankan di sel Mapolsek Batang Angkola. Informasi diperoleh, Jum'at (17/1/2025) atau hari ini dipindahkan ke ruang tahanan Mapolres Tapsel di Sipirok.


Kapolres Tapsel AKBP Yasir Ahmadi yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas AKP Maria Marpaung, membenarkan penangkapan tersebut. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) telah menahan dan memproses DR.


"Penangkapan itu benar adanya dan saat ini terlapor berinisial DR sudah ditahan. Laporan Polisi baru semalam kita terima, dan tadi malam terlapornya sudah diamankan," terang Kasi Humas AKP Maria. 


Untuk diketahui, pada Rabu (15/1/2025) sekira pukul 14:00 WIB di salah satu desa Kecamatan Batang Angkola Tapsel terjadi pelecehan seksual. Diduga dilakukan pria beristri, DR, terhadap dua remaja perempuan kakak adik, sebut saja Mawar dan Melati. 


Keesokan harinya, sembari menunggu korban Mawar, 15, dan Melati, 13, bersama ibu mereka pulang membuat laporan Polisi di Polres Tapsel, warga yang tersulut emosi berkumpul dan berencana mencari DR. 


Hal ini kemudian diketahui oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI dari Koramil Pintu Padang, kepala desa tempat korban tinggal dan kepala desa tempat pelaku tinggal (desa mereka bertetangga dan berbatasan langsung).


Guna menghindarkan hal-hal yang tak diingini, maka Babinsa bersama dua kepala desa meminta warga menahan diri. Biarkan mereka dulu yang menemui DR dan memintanya agar mau dibawa ke Polsek Batang Angkola.


Setelah hampir sejam, warga semakin emosi dan datang menyusul ke lokasi pertemuan Babinsa dan kepala desa dengan DR. Ternyata mereka sudah tidak di lokasi dan diperoleh info sedang menuju Polsek Batang Angkola.


Dengan mengendarai mobil bak terbuka, warga beramai-ramai menuju Polsek. Di sana mereka bertemu dengan Babinsa, kepala desa dan terduga pelaku pelecehan seksual tersebut.


Kepada Kapolsek Batang Angkola AKP A.G Harahap, warga serahkan DR untuk diamankan. Sebab, sudah tidak terjamin lagi keamanannya apabila masih tetap tinggal di kampung. Ditambah lagi yang bersangkutan seperti patentengan dan masih datang ke warung kopi.


Kapolsek Batang Angkola menerima permintaan warga dan langsung memasukkan DR ke dalam sel. Setelah beberapa jam kemudian, warga pulang meninggalkan Mapolsek.(tim)

FMPKP-SU Akan Geruduk Kantor Kejati-Sumut Terkait Dugaan Mark-Up Pada Anggaran Pembelanjaan Pengadaan Jas dan Celana Pakaian Sipil (PSL) Anggota DPRD Kab.Paluta


Medan.Jum'at.17/01/2025.

Ahmad Sayuti Nasution Ketua “Forum Mahasiswa Penindakan Korupsi Perwakilan Sumatera Utara” (FMPKP-SU) menghubungi awak media melalui whatsapp menyebutkan bahwa, pembicaraan yang hangat di tengah-tengah masyarakat Kab.Padang Lawas Utara terkait pengadaan jas dan celana Pakaian Sipil Lengkap (PSL) Anggota DPRD Padang Lawas Utara periode 2024 - 2029.


Dilanjutkan, menurut Ahmad Sayuti Nasution pada pengadaan jas dan celana pakaian sipil lengkap (PSL) Anggota DPRD Padang Lawas Utara yang menelan anggaran APBD tahun 2024 menelan angka di ratusan juta rupiah.


“Bila dibandingkan dengan lima tahun terakhir anggaran pengadaan baju Pakaian Sipil Lengkap (PSL) naik 50% dari kenaikan anggaran tersebut." ujarnya


Ditambahkan, Sayuti Nasution mengungkapkan sebagian masyarakat kab.Paluta sangat menyayangkan dan mengecewakan melihat kondisi kabupaten padang lawas utara yang masih jauh dari kata kesejahteraan.


Menurutnya wakil rakyat terkesan hidup bermewah-mewahan yang diperkirakan harga pakaian satu anggota dewan tersebut berkisar belasan juta rupiah per stelnya (sepasang), bila dihitung

dari jumlah anggota dewan sebanyak 30 orang anggaran tersebut dinilai sangat fantastis,dilihat masih banyak masyarakat kab.Paluta yang masih dibawah garis kemiskinan.


Hal ini khususnya Mahasiswa yang berada dan menimba ilmu di kota medan yang

berasal dari Kab. padang lawas utara Ahmad Sayuti Nasution yang tergabung dalam “Forum

Mahasiswa Penindakan Korupsi Perwakilan Sumatera Utara” (FMPKP-SU) akan mengusut

tuntas terkait pengadaan PLS Jas dan celana Anggota DPRD Padang Lawas Utara Periode

2024-2029.


Sayuti juga menyampaikan kepada awak media di Polrestabes Kota Medan bersama rekan-rekannya “Hari ini kami sedang menyampaikan surat pemberitahuan aksi

kepada bapak kepolisian Poltabes medan yang dimana kami dari FMPKP-Sumut akan

menyelenggarakan aksi besar-besaran di depan kejaksaan tinggi sumatera utara atas

dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL), kuat dugaan kami 

adanya mark up pada anggaran."Pungkasnya


Diterangkan, "kami akan mendesak kejaksaan tinggi sumatera utara supaya memanggil dan memeriksa Sekretaris Dewan, PPK dan pimpinan anggota DPRD Padang Lawas Utara, serta penyedia E-katalog terkait pengadaan tersebut." Terangnya


Sayuti juga menyampaikan bahwa aksi ini akan tetap damai dan kami juga lagi mempersiapkan laporan secara resmi atas dugaan mark up anggaran jas dan celana PSL Anggota DPRD Padang Lawas Utara." Tegasnya (tim)

Saif Azis Siregar Minta Kejari Tapsel Agar Memanggil dan Memeriksa Oknum dan Seluruh Anggaran Satpol-PP Kab.Tapsel


Tapanuli Selatan.Kamis.(16/01/2025).

Rasydin Hasibuan Selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Agent Perubahan Sosial Tapanuli bagian Selatan (HUMAS TABAGSEL) melakukan unjuk rasa damai jilid III di depan kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kab.Tapanuli Selatan."


Dalam aksi tersebut "Rasydin Hasibuan menyampaikan dalam orasinya bahwa kami hari turun ke 3 kalinya untuk meminta pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran rapat konsultasi ke Provinsi Rp.691,830.000,00 dan kecamatan dan anggaran pengadaan baju dinas beserta atribut Rp.350.445.000,00 pada T.A 2023 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Tapsel.


Dilanjutkan, “Kami meminta kepada kepala satuan polisi pamong praja kab. Tapanuli Selatan agar hadir di hadapan kami untuk menerangkan dan menjelaskan secara lisan maupun memaparkan bukti dokumen yang bisa dipertanggung jawabkan pada kebenarannya Karena Sampai Hari ini pihak satuan Polisi Pamong Praja Tapanuli Selatan belum bisa menjawab pertanyaan kami Tersebut." ujarnya.


Dilanjutkan, Rasydin Hasibuan menitipkan pesan dengan tegas kepada Kepala satuan polisi pamong praja Kab.Tapsel melalui Kabid trantikum, “sampaikan kepada beliau kami tidak akan berhenti untuk melakukan aksi unjuk rasa damai sampai berjilid-jilid, jika tuntutan kami tidak ditanggapi sebagai mestinya.” Sambungnya.


HUMAS TABAGSEL memberikan kado atau  oleh-oleh sebuah Kacang Panjang untuk diberikan Kepada Bapak Kasat Pol PP Kab.Tapsel atas kekecewaan mereka dengan tanggung jawab beliau yang mereka nilai tidak profesional.


Saif Azis Siregar  juga menambahkan jika hari ini satuan Polisi Pamong Praja juga tidak bisa menjawab pertanyaan kami tersebut lebih baik bapak Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Tapanuli Selatan mundur dari jabatan yang beliau Emban, “Karena kami menilai tidak profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, hanya permasalahan anggaran tersebut tidak bisa di pertanggung jawabankan Kepala satuan polisi pamong praja kab.Tapsel belum lagi dengan anggaran yang lain,"Jelasnya.


Diteruskan, Saif Azis Siregar menegaskan agar kiranya aparat penegak hukum di kab.tapsel agar memanggil dan memeriksa seluruh anggaran Satuan Polisi Pamong Praja Kab.Tapsel kami mencium adanya aroma KKN. (tim)

Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Diminta Agar Lebih Memperhatikan Kondisi Hutan Lindung di Kab.Palas


Padang Lawas,Kamis. 16/01/2025.

Ibrahim Cholil Pohan Ketua Tatanan Aktivis Mahasiswa Unggulan (TAMU) mengucapkan selamat atas terlaksananya Rapat Paripurna Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kab. Padang Lawas Masa Bakti 2025-2030.


Dihubungi awak media melalui whatsapp dan menyebutkan bahwa, Ibrahim Cholil Pohan menyampaikan kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Terpilih (Putra Mahkota Alam Hasibuan S.E dan Achmad Fauzan Nasution S.H.I) dimana rapat penetapan Bupati terpilih dilaksanakan di ruangan Paripurna Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palas, Sibuhuan 15/01/2025.


"Besar harapan kami kepada pemimpin baru terpilih bisa membawa perubahan sesuai slogan di waktu kampanye/mencalonkan," Terangnya


Dilanjutkan, Ibrahim Pohan meminta Bapak Bupati Terpilih agar melakukan penggunaan anggaran pembelanjaan daerah yang sangat dibutuhkan masyarakat padang lawas, yaitu membelanjakan/pengadaan perahu karet dan sejenis alat perahu mesin yang canggih (Bwot) untuk dipergunakan pada saat Kab. Padang Lawas terjadi bencana alam/ banjir bandang secara tiba tiba yang seperti baru-baru ini terjadi.


Diteruskan, "Bapak Bupati yang terpilih juga saya minta agar memberikan perhatian kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan baik berbentuk perhatian jenis dana kegiatan dinaikkan atau memberikan fasilitas dalam Kegiatan-kegiatan yang bersifat menjaga kelestarian alam dan lingkungan (Hutan dan Sungai)." Ujarnya.


Ibrahim Pohan Ketua TAMU menilai penyebab terjadinya banjir yang seringkali terjadi di Kab. Padang Lawas itu dikarenakan hutan di wilayah Padang Lawas tidak lagi asri dan sungai sudah tercemari, seperti banyaknya dugaan tambang Ilegal Sepanjang Sungai Barum (Siraisan).


Namun aparat penegak hukum dan Dinas dinilai tutup mata dan tutup telinga melihat Kejadian yang melawan hukum dan merusak alam itu terjadi, dan ibrahim mengingatkan dan berpesan Kepada aparat penegak hukum agar tidak main-main terhadap dugaan bekingan terhadap penambang ilegal di kab.palas. (tim)

Pelecehan Seksual Terhadap 2 Remaja, Pria Beristri Dilapor ke Mapolres Tapsel



Tapanuli Selatan.Kamis.(16/01/2025)

Inisial DR, seorang pria beristri dan beranak lima, dilaporkan ke Mapolres Tapanuli Selatan karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 2  (dua) remaja putri berusia 15 dan 13 tahun, Kedua korban merupakan kakak adik kandung yang sudah kehilangan ayah (anak yatim).


Korban, sebut saja Mawar dan Melati, merupakan adik sepupu dari istri pelaku, Rumah mereka berjarak sekitar 1 kilometer di Kecamatan Batang Angkola, Kab. Tapsel. Hingga kini, kedua korban sangat trauma dan apalagi pelaku masih bebas berkeliaran.


Dijelaskan, Rabu (15/1/2025) sekira pukul 14:00 WIB, pelaku yang bekerja menjemur padi di halaman tetangga, datang dan minta kopi ke rumah korban. Di dalam rumah itu ada Mawar dan Melati, sedangkan ibu mereka di depan bersama istri paman.


Karena masih ada hubungan keluarga, Mawar yang siswi kelas 1 SMA itu pergi ke dapur untuk membuatkan kopi. Namun entah bagaimana, tiba-tiba DR sudah di sampingnya dan langsung mencium kening kiri korban.


Mawar yang mendapat perlakuan tak senonoh dari DR itu kaget dan terdiam. Ia berlari masuk ke kamar dan menguncinya dari dalam. Ia sangat sedih dan takut atas apa yang baru saja terjadi.


Setengah jam kemudian, DR meminta Melati (adik Mawar) membelikan mie instan ke warung. Pada saat menyerahkan uang, DR menggendong dan meremas payudara remaja putri yang masih kelas 2 SMP itu.


“Saat aku mau pigi ke warung, si DR juga mencolek dan menampar pantatku," terang Melati yang terlihat masih trauma atas kejadian tersebut.


Pulang dari warung, Melati memasak mie instan itu dan menyuruh DR yang berdiri di dekat pintu untuk memakannya. Selanjutnya Melati pergi ke kamar dan tidur di kasur.


Setelah DR keluar dari rumah, Melati mengunci pintu karena ibu dan kakaknya juga telah pergi menjenguk saudara yang sakit. Artinya, hanya dia sendiri yang ada di rumah itu.


Tak berapa lama, DR menggedor-gedor pintu dan minta air putih untuk minum. Melati membuka pintu itu dan kembali ke kamarnya, sedangkan DR pergi ke dapur.


Usai minum, DR masuk ke kamar Melati dan berbaring di samping gadis lugu itu. Kemudian ia memeluk Melati, mencium pipi, meraba payudara dan kemaluan anak perempuan berusia 13 tahun itu.


Karena Melati menolak dan melawan, DR menghentikan perbuatannya dan meninggalkan kamar. Namun sebelum keluar, ia masih sempat meminta Melati melayani hasrat nafsunya.


Setelah ibu dan kakaknya pulang dari tempat saudara, Melati menceritakan semua perbuatan DR. Pada saat bersamaan, Mawar juga menceritakan apa yang dilakukan DR pada saat ia membuat kopi di dapur.


Ibu korban histeris, sehingga saudara dan tetangga berdatangan. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Batang Angkola.


"Karena perkara ini menyangkut perempuan dan anak, kami diminta untuk membuat laporan di Polres Tapsel. Sebab, di Polsek Batang Angkola tidak ada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak," terangnya.


Ibu korban telah melaporkan DR ke Polres Tapsel pada Kamis (16/1/2025), sesuai surat tanda penerimaan laporan (STPL) nomor STTLP/B/18/I/2025/SPKT/POLRES TAPANULI SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA.


"Mohon perhatian dan bantuan atas apa yang kami alami ini," pinta ibu korban.(tim)

 
Copyright © 2023 INILAH NUSANTARA. Designed by OddThemes